Peran Perempuan Membentuk Negara yang Kokoh
“Perempuan adalah tiang Negara ” perkataan ini merupakan sebuah junjungan tertinggi bagi kaum hawa, walaupun pada kenyataanya kaum adam memiliki postur tubuh yang lebih kuat dibandingkan kaum hawa tetapi bukan mereka yang menjadi tiang suatu Negara, melainkan sosok yang lemah lembut dan penuh kasih sayang.
Perempuan masa sekarang ini telah diberi kebebasan untuk dapat mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya, dengan harapan kebebasan yang diberikan dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Terkadang perempuan lupa akan dirinya sendiri, ia bangga memamerkan dan memberikan tubuh moleknya kepada siapa saja, padahal ini sangat berbahaya bagi diri sendiri dan terlebih bagi negara, bukankah baiknya negara jika perempuan yang ada didalamnya juga baik.
Sepanjang sejarah perempuan berjuang untuk mendapatkan hak-haknya. Namun sekarang, kembali mereka terjerumus ke dalam penjajahan yaitu berupa penjajahan modern. Perempuan sekarang telah lupa akan hakekat dirinya, hanya menonjolkan kecantikan wajah dan kemolekan tubuhnya. Lantas apa yang dapat diharapkan dari para perempuan seperti ini? Ini merupakan salah satu tugas perempuan sebagai anggota masyarakat untuk kembali mengingatkan sesama kaumnya. Lisan perempuan akan lebih dapat mengena ke dalam sanubari mereka dibanding lisan pihak lain, untuk mengembalikan identitas mereka sebagai manusia.
Dalam keadaan seperti ini, inilah sebenarnya tugas perempuan yang masih berjalan dalam koridor kebenaran, menjelaskan kepada mereka apa sebenarnya peran yang harus dijalani sebagai sesama perempuan, peran yang tidak melenceng dari kodratnya sebagai perempuan. Bagaimana supaya kebebasan yang telah diberikan kepada perempuan dapat dipergunakan dengan baik tanpa harus melewati batas-batasnya. Perempuan yang masih cerah memberikan pengertian emansipasi yang sebenarnya kepada perempuan yang mungkin salah mengartikan apa itu hakikat emansipasi. Emansipasi bukan halnya harus sama seperti laki-laki, tapi emansipasi yang sebenarnya yaitu bahwa perempuan diberi kebebasan untuk mengembangkan bakatnya baik dalam bidang pendidikan, ekonomi bahkan politik. Cara yang mungkin bisa dilakukan untuk kembali mencerahkan perempuan yang sudah suram yaitu bisa berupa pendekatan, media, pelatihan dan cara lainnya yang diangap bisa bermanfaat. Tugas ini akan berhasil jika yang berperan didalamnya adalah perempuan itu sendiri, perempuanlah yang sebenarnya mengerti apa keinginan perempuan yang lain, apa yang sebenarnya yang membuat perempuan lupa diri dan kebutuhan apa yang diinginkannya.
Secara umum peran perempuan (women’s role) dalam membentuk suatu negara dapat diklasifikasikan kepada dua jenis, yaitu peran yang dimainkan secara langsung (straight role), dan peran tidak langsung (no straight role). Yang dimaksud dengan peran secara langsung adalah peran yang secara langsung dilakukan oleh perempuan dan pengaruhnya langsung dapat dirasakan. Sedangkan peran secara tidak langsung adalah peran yang secara tidak langsung dilakukan perempuan, dan pengaruhnya pun dirasakan secara tidak langsung.
Di Indonesia banyak para tokoh perempuan yang memberikan inspirasi bagi kaum perempuan untuk bisa lebih maju dan bisa mengembangkan potensi dirinya. Berbagai gerakan dan sepak terjang para perempuan untuk menuntut haknya, baik pada masa penjajahan yang ikut serta dalam melawan kolonialis dan imperialis atau sesuadah kemerdeka.
Dalam menempati peran perempuan baik secara langsung atau tidak langsung maka akan dilihat terlebih dahulu peran perempuan dalam objek terkecil, yaitu dalam sebuah keluarga, kemudian masyarakat dan akhirnya terbentuk negara yang baik dan kokoh. Jika semua perempuan mampu membuat keluarga yang baik maka otomatis akan terbentuk suatu masyarakat yang baik pula dan akhirnya jika masyarakat sudah baik otomatis pula negara akan baik, aman dan kokoh.
Dalam keluarga peran perempuan adalah sebagai ibu dan isteri yang baik. Sebagai ibu, ia adalah pendidik pertama seorang anak, ia yang mengandung, melahirkan, menyusui, dan membesarkan anaknya, dalam hal ini perempuan harus bisa memberikan yang terbaik bagi anaknya, menanamkan nilai-nilai luhur dan budi pekerti yang baik bagi anak-anaknya, sehingga besar kelak anak-anaknya bisa bermanfaat bagi agama, bangsa dan negara. Peran ini adalah peran yang sangat penting sebagai dasar pembentukan jiwa para penerus bangsa. Kemudian sebagai seorang isteri, perempuan harus bisa menjadi motivator yang baik bagi suaminya, karena isteri adalah pegaruh terbesar bagi suami. Urgensi perempuan dalam keluarga bukan berarti melumpuhkan potensi perempuan untuk berkiprah dalam masyarakat melainkan antara keluarga dan masyarakat dapat bejalan secara beriringan. Kesibukan mengurusi rumah, suami dan anak diusahakan tidak membuat kita lupa bahwa kita punya masyarakat yang sebenarnya membutuhkan peran sebagai seorang perempuan.
Terbentuknya keluarga yang sakinah adalah dasar terbentuknya masyarakat yang madani. Peran langsung (straight role) yang dapat dimainkan oleh perempuan adalah peran sebagai anggota masyarakat. Perempuan sebagai segmen sigifikan dari sebuah masyarakat hendaknya ikut andil dalam menjaga kesehatan dan keamanan masyarakat. Sebagai anggota masyarakat, saat seorang perempuan melihat bahwa masyarakatnya mengalami gangguan stabilitas atau terkena penyakit, maka ia harus segera mencari jalan penanggulangannya. Dalam posisi sebagai anggota masyarakat, perempuan dan laki-laki mempunyai hak dan kewajiban yang sama dan setara, yaitu sama-sama berhak menerima perlakuan yang baik dari masyarakat dan sama-sama berkewajiban menciptakan masyarakat yang sehat.
Imam Khomaini mengatakan “Dalam Pandangan Islam, wanita memiliki peranan penting untuk membangun sebuah masyarakat. Islam menjunjung tinggi wanita serta memposisikan kembali kemanusiaannya di tengah masyarakat…..”. Perkataan tersebut mengandung penafsiran bahwa perempuan berhak memperoleh keadilan peran dalam melakukan aktivitas di tengah masyarakat. Perempuan dapat berdampingan dengan laki-laki sebagaimana kesatuan sistem yang saling berhubungan dan melengkapi satu sama lain. Masing-masing tidak boleh saling merendahkan. Setiap perempuan juga pasti membutuhkan laki-laki dan juga sebaliknya, ada pekerjaan yang bisa dilakukan perempuan tapi tidak bisa dilakukan laki-laki dan juga ada pekerjaan yang bisa dilakukan laiki-laki tapi tidak bisa dilakukan perempuan. Intinya dalam masyarakat keduanya harus saling mendukung dan saling melengkapi.
Lebih umum lagi peran perempuan dapat diturunkan dalam berbagai bidang, antara lain bidang pendidikan, ekonomi dan politik. Dalam pendidikan perempuan dan laki-laki memiliki hak yang sama. Perempuan sangat baik jika terlibat dalam proses pendidikan baik itu formal maupun nonformal, karena sifat kelembutan dan kasih sayangnya lah perempuan akan lebih berhasil mendidik dari pada laki-laki. Sedangkan di bidang ekonomi, perempuan juga dapat berkiprah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat melalui kerja. Pekerjaan yang dilakukan perempuan dapat dikategorikan ke dalam dua bentuk, pekerjaan di dalam rumah dan di luar rumah. Kemudian dalam bidang politik, perempuan berhak dalam lembaga eksekutif, legislatif maupun partisipasi dalam pemilu, keterlibatan perempuan dalam keputusan politik merupakan hak natural.
Keberadaan perempuan dalam menjalankan perannya dalam masyarakat memang sangat berharga dan memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan masyarakat dan bangsa, tetapi bukan berarti tindak tanduknya tidak memiliki batasan-batasan yang ditentukan oleh islam, karena islam tetap mengatur segala aspek prilaku manusia, secara individu maupun dalam kehidupan bermasyarakat..
Etika bermasyarakat yang diserukan di dalam Islam di antaranya: Pertama, mengindahkan norma pergaulan lawan jenis. Kedua, mengenakan pakaian sesuai ketentuan syari’ah. Ketiga, cerdas dalam menentukan prioritas baik waktu maupun keserasian aktivitas, sehingga terjadi keseimbangan antara peran di dalam keluarga dan di tengah masyarakat. Akhirnya, aktivitas apapun yang disumbangkan oleh anak manusia, laki-laki maupun perempuan tidak lepas dari tujuan utama penciptaan manusia yaitu menyampaikan diri dan masyarakatnya pada kesempurnaan hakiki.
Jika perempuan sudah menempati perannya dengan baik dalam keluarga dan masyarakat maka akan tersirat juga peran tersebut dalam negara. Tidak akan lagi ada anggapan bahwa perempuan hanyalah sebagai mesin pencetak manusia saja, tetapi memang keberadaan perempuan diakui dan berpenggaruh dalam aspek kehidupan masyarakat dan negara. Negara akan menjadi aman dan kokoh jika perempuan yang tinggal dalam negara tersebut baik, tapi jika perempuan yang ada dalam negara tersebut hancur maka hanya tinggal menunggu waktu saja kehancuran negara tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar